6 Kabar Terbaru dari Saya


Sudah berapa lama ya saya gak posting tulisan di blog ini, hmm.. sebentar saya cek dulu. Postingan terakhir ternyata tanggal 11 September 2014 (Mengenal Penyakit Kaki Gajah, Seorang Bayi Bercerita) yang berarti 1.5 bulan yang lalu. Postingan itu pun hanya memindahkan tulisan saya dari stok tulisan untuk lomba (yang gagal menang) dan akhirnya ditampilkan di blog. Sayang dari pada menganggur tersimpan di laptop. Postingan yang benar-benar baru tertanggal Mei 21, 2014, Mempersiapkan Dana Pensiun dengan Cara yang Menyenangkan dari Sekarang. Sampai Oktober 2014 ini, berarti sudah sekitar 5 bulan blog ini dianggurkan. Aktivitas saya di blog ini hanya sekedar menjawab komentar yang pengunjung tinggalkan.

Lima bulan terakhir, saya disibukkan dengan jadwal terjemahan (Alhamdulillah) yang cukup padat dan beberapa order nama bayi dan perusahaan yang membuat saya tidak banyak berkutik dengan blog. So, apa yang baru dalam lima bulan terakhir ini?

????

Continue reading

MENGENAL PENYAKIT KAKI GAJAH, SEORANG BAYI BERCERITA


MENGENAL PENYAKIT KAKI GAJAH, SEORANG BAYI BERCERITA

Salam.

Perkenalkan, nama aku Akmal. Umurku sekarang 13 bulan. Aku baru belajar bicara dan aku sudah bisa jalan loh. Ibu selalu mengikuti aku kemana-mana karena Ibu menjaga aku kapanpun dan dimanapun. Bahkan Ibu bisa mengerti keinginan aku walaupun aku belum bisa bicara.

Uhmm.. aku mau cerita. Beberapa bulan yang lalu, aku diajak Ibu ke Posyandu didekat rumah. Ibu setiap bulan mengajak aku ke Posyandu untuk menimbang berat badan, mengukur tinggi, dan memeriksakan kondisi kesehatan aku.

Ternyata hari itu ada pengobatan gratis untuk menanggulangi penyakit fi-la-ri-a-sis. Adduuh… susah sekali ya ngomongnya. Ada gak ya nama yang lebih gampang sehingga kami para bayi bisa menyebutnya dengan mudah. Dari obrolan para tamu di posyandu, aku jadi tau kalau penyakit ini juga biasa disebut dengan nama Kaki Gajah.

kaki gajah

Hihihi, namanya aneh ya. Kok seperti nama hewan yang tinggi dan besar yang aku lihat di Kebun Binatang Bandung. Ibu cerita, kalau orang yang terkena penyakit ini, kakinya akan membengkak dan besar seperti Kaki Gajah. Oh begitu rupanya.

Continue reading

KETIKA HARUS BERJILBAB DI AMERIKA


KETIKA HARUS BERJILBAB DI AMERIKA

Amerika Serikat adalah negara multikultur dimana masyarakatnya beragam dari segala macam suku, negara, agama, dan warna kulit. Selain itu, masyarakat Amerika adalah masyarakat yang merdeka dan bebas dalam melakukan kegiatan di segala bidang. Apapun bisa dilakukan dinegara yang beribukota di Washington DC ini baik yang bersifat positif maupun negatif selama tidak ada paksaan.

Berkunjung ke negara adidaya semacam Amerika Serikat adalah pengalaman luar biasa bagi saya. Apalagi ini adalah kunjungan pertama. Tahun 2007 saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah shortcourse di University of California at Davis selama tiga bulan.

Di keluarga saya, tidak ada yang punya pengalaman pergi ke luar negeri sama sekali sehingga mau tak mau saya pergi ke negeri yang memiki 50 negara bagian itu dengan modal nekad. Sempat khawatir juga sih dengar cerita-cerita mengenai perilaku warga AS terhadap umat muslim. Apalagi pasca kejadian 11 September yang menelan ribuan warga Amerika sehingga Amerika semakin waspada terhadap kedatangan umat muslim ke negaranya.

Maka dengan modal nekad dan setelah melewati penerbangan selama 20 jam saya tiba di Bandara Internasional San Fransisco. Saya sudah deg-degan bakal di cecar di bagian imigrasi, terlebih karena saya memutuskan untuk tetap berjilbab sementara teman-teman yang lain justru melepaskan jilbabnya demi untuk lolos masuk ke negeri yang memiliki empat musim ini. Ternyata kekhawatiran saya tidak menjadi kenyataan. Imigrasi Amerika sudah menyediakan karyawan perempuan yang memang khusus ditugaskan untuk memeriksa perempuan. Saya diperiksa dari ujung kaki sampai ujung rambut. Petugas perempuan itu menepuk-nepuk tubuh saya dan memastikan bahwa tidak ada barang terlarang yang saya bawa masuk ke Amerika. Sepatupun harus dilepas karena bisa saja jika saya iseng saya bisa memasukkan sesuatu ke dalamnya.

Dari Bandara Internasional San Fransisco saya langsung menuju ke Davis, kota di sebelah timur laut San Fransisco berjarak kurang lebih 140 km. Saya di jemput oleh seorang muslimah juga yang berwarganegaraan Pakistan. Dia tidak berjilbab seperti kebanyakan muslimah di negaranya.

Continue reading

DIJUAL: Mesin Jahit Mini Portable


Dibuka po kloter 1.. Yuk yg mau order mesin jahit mini portable.. lumayan buat jahit jahit dirumah.. bisa diangkat angkat kemana mana.. gak berat loh.. kurang dr 1kg kok.. Pakai 2 benang atas bawah, sumber energi bisa batre bisa listrik.. 200k aja.. mumpung masih belum naik ya harganya. yg mau langsung bbm/wa/line ya
Kirim dr Bandung ya

View on Path

Mempersiapkan Dana Pensiun dengan Cara yang Menyenangkan dari Sekarang


Bapak Engkus, 63 tahun, adalah seorang pensiunan guru SD yang kini menghabiskan waktu tuanya di sebuah kampung di Kabupaten Bandung. Selama kurang lebih 40 tahun, Beliau mengabdikan jiwa dan raganya untuk mendidik anak-anak negeri sebagai pahlawan tanda jasa. Ketika bekerja, Bapak Engkus diikutsertakan dalam sebuah program jaminan hari tua yang rutin dipotong dari gaji bulanannya. 

Tiga tahun lalu, Bapak Engkus memasuki masa purnabaktinya dan beliau menerima uang sebesar Rp 33 juta sebagai uang pensiun. Ketika ditanya apa yang akan Bapak Engkus lakukan di masa pensiunnya, Beliau diam saja dan cenderung tidak tahu apa yang akan dilakukan untuk mengisi hari-harinya.

Kumaha engke wae lah neng Mita…” - (Bagaimana nanti saja lah Neng Mita), tuturnya dalam Bahasa Sunda.

Mendengar jawaban seperti itu, saya diam saja. Saya tidak berani berargumen lebih lanjut, takut beliau tersinggung. Berhari-hari saya mengamati kegiatan beliau dan terkadang mengajaknya mengobrol santai sekedar pelepas penat. Pagi dan sore hari diisinya dengan menyiram tanaman, subuh dan magrib diisi dengan sholat berjamaah di mushola, dan waktu lainnya beliau gunakan untuk istirahat tidur dan bersosialisasi dengan para tetangga.

Bapak Engkus sedang merenovasi rumahnya

Bapak Engkus sedang merenovasi rumahnya

Suatu pagi, saya tidak melihatnya menyiram tanaman. Rupanya beliau sedang menerima seorang tamu yang kemudian saya ketahui adalah seorang pegawai bank yang menawarkan dana pinjaman. Sifatnya yang “tidak tegaan” untuk menolak, membuatnya menandatangani sebuah perjanjian hutang dengan bank sejumlah 50 juta rupiah.

Dengan modal uang pensiun dan pinjaman dari bank, Bapak Engkus kemudian merenovasi rumahnya. Beliau bercita-cita ingin memiliki rumah yang bagus dan layak dimasa tuanya sebagai sarana untuk berkumpul bersama jika anak-anak, menantu, dan cucu-cucunya datang.

Bapak Engkus memang berhasil mewujudkan sebuah rumah impian yang bisa dikatakan lumayan mewah. Namun sayang, justru ketika disaat tuanya, Beliau harus hidup terlilit hutang. Uang bulanan pensiun yang seharusnya dapat digunakan sebagai bekalnya, justru sebagian besar harus Beliau gunakan untuk membayar cicilan hutangnya.

***

Lelah bekerja di saat ketika masih muda harus terbayar lunas dengan kebahagiaan dan ketenangan di masa tua. Saya tidak ingin seperti Pak Engkus harus hidup dikejar-kejar hutang ketika nanti sudah tidak produktif lagi.

Hidup dengan mengandalkan belas kasihan anak juga bukan impian saya. Memang anak harus berbakti dan berbalas budi kepada orang tua dengan cara memuliakannya dan juga mengedepankan aspek kekeluargaan. Namun adakalanya mereka memiliki kesibukan dan tidak mungkin 100% bersama-sama terus dengan kami sebagai orang tuanya.

Jika saya masih diberi kesempatan untuk menikmati masa tua, saya mengimpikan kehidupan yang:

1. Mandiri.

Anak-anak pasti nanti sudah punya kehidupannya masing-masing dengan keluarganya yang baru. Siap atau tidak siap, kami sebagai orang tuanya harus rela untuk berpisah dari mereka. Saya hanya tidak ingin menambah beban mereka. Mandiri bersama suami, saya yakin pasti bisa.

2. Sejahtera.

Suami saya seorang PNS yang nasibnya sama dengan Pak Engkus, yaitu sama-sama menerima uang pensiun bulanan. Tapi saya tidak mau uang pensiunan suami saya habis untuk bayar hutang seperti yang dilakukan Pak Engkus. Saya mengidamkan bahwa kelak kami bisa mencukupi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier kami sendiri tanpa perlu berhutang dan mengobrak-abrik uang pensiunan suami. Bisa travelling ke tempat wisata yang belum pernah kami kunjungi, bisa silaturahmi ke sanak-saudara, bermain bersama cucu tercinta, berkebun, dan berolahraga bersama adalah impian yang indah yang wajib diwujudkan kelak.

3. Bermanfaat.

Tua renta bukan berarti kami diam saja dirumah, tidak produktif, dan tidak bermanfaat bagi sesama. Jika suami sudah pensiun nanti saya ingin bersama-sama dengannya mengembangkan usaha bersama, misalnya membuka galeri furniture berbahan dasar jati sesuai dengan passion kami berdua. Dengan membuka usaha, kami masih bermanfaat dengan memberikan lapangan kerja bagi orang lain.

Masa pensiun impian saya dan suami

Masa pensiun impian saya dan suami

RENCANAKAN SEKARANG!

“Yah, kapan kira-kira Ayah pensiun” . Tanya saya kepada sang suami.

Jika Ayah, jadi Profesor, In Shaa Allah umur 70 tahun. Berarti masih 40 tahun lagi.”

Masa pensiun suami masih lama. Jika pakai hitungan normal, suami akan pensiun di umur 60 tahun, yang berarti 30 tahun lagi. Jika berkesempatan menjadi Profesor, bisa jadi masa kerjanya akan bertambah 10 tahun lagi dan baru bisa pensiun umur 70 tahun.

Ambil amannya, suami akan pensiun umur 60 tahun. Berarti ada waktu 30 tahun untuk bekerja mengumpulkan dana pensiun. Jika toh pada akhirnya nanti kami memutuskan untuk tidak bekerja lagi di masa tua, maka pilihan yang paling aman adalah mengandalkan dana pensiun.

Menyiapkan dana pensiun bisa dilakukan sejak muda. Jika bisa dilakukan sekarang, mengapa harus menunggu nanti. Menunda-nunda sesuatu yang bisa dikerjakan sekarang hanya akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Awal mula dari sebuah keberhasilan adalah rencana yang baik dan matang.

Mempersiapkan dana pensiun semakin dini maka akan semakin bagus, ini berarti bahwa kita punya cukup waktu untuk menjadi mandiri dan sejahtera. Perlu dicatat bahwa nanti kita hanya akan mendapatkan uang pensiun paling tinggi sekitar 30% dari pendapatan terakhir saja sehingga 70% dana harus dicukupi dari sumber lain. Widiihh.. jadi semangat menyiapkan dana pensiun dari sekarang nih.

Jika rencana pensiun sudah matang, maka dapat menyusun langkah-langkah untuk mewujudkannya.

LAKUKAN SEKARANG!

“Masa muda adalah masa dimana kita berada pada titik terkuat diantara dua titik terlemah manusia”

1. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Mumpung masih muda, stamina masih prima, saat inilah kita bisa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Bekerja keras dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Saya berusaha tidak hanya mengandalkan pemasukan dari satu pintu saja, tapi juga berusaha ikut membantu suami mencari penghasilan tambahan. Berkerja secara cerdas agar bisa melihat peluang dan mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi, dan pada akhirnya harus berkerja ikhlas dengan hati yang tulus, pikiran yang positif, dan memasrahkan hasilnya kepada Allah SWT.

2. Investasi.

Masih kental dalam ingatan saya, ketika masa panen raya padi tiba. Setelah selesai panen, Ibu-Ibu akan berbondong-bondong ke toko emas guna menukarkan uang hasil penjualan gabahnya untuk dibelikan emas. Mereka berpendapat mengenakan emas berarti menabung dan berhias. Cara lama yang bagus, mudah, dan efektif untuk berinvestasi. Saya pun tertarik mengadopsi cara ini.

Berinvestasi secara sederhana juga sudah saya ajarkan pada anak kami, Akmal (16 bulan). Saya buatkan celengan sederhana untuknya yang terbuat dari kaleng bekas biskuit. Cukup lubangi atasnya dan lakban tutupnya agar tidak mudah dibuka-buka. Akmal memang belum bisa mencari uang sendiri, tapi kadang kala dia mendapat amplop ang pao dari kakek-nenek dan saudara. yang kemudian kami masukkan ke dalam celengannya. Jika membutuhkan dana untuk keperluan Akmal, maka kami akan mengambil dari celengannya. Umur 13 bulan, Akmal sudah bisa membeli sepeda dari hasil jerih payahnya sendiri.

3. Menerapkan pola hidup sederhana, hemat, dan sehat.

Ketika masa pensiun tiba, otomatis pendapatan akan berkurang, tidak seperti ketika masa produktif. Mungkin nanti tidak akan sering makan di luar, jalan-jalan, atau berbelanja. Nanti akan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk bersilaturahmi, kumpul keluarga, mengasuh cucu, dan beribadah. Dengan menerapkan pola hidup yang sederhana dan hemat saat ini, kita bisa menyisihkan dana untuk digunakan saat pensiun nanti sehingga kita tetap bisa makan di luar, jalan-jalan, atau berbelanja. Dan jika kita tetap konsisten untuk menerapkan pola hidup yang sehat maka kita dapat menekan pengeluaran untuk biaya berobat dan mengurangi resiko sakit. Berbelanja di tukang sayur dekat rumah daripada di supermarket selain bisa menghemat pengeluaran juga bisa menyehatkan, karena kita akan terbiasa berjalan untuk menuju warung sayur.

4. Mendaftar layanan program pensiun

Mendaftarkan diri menjadi peserta layanan program pensiun adalah langkah penyelamat dan tepat agar kelak di hari tua kita tetap dapat menikmati masa muda. BNI Simponi menjawab kebutuhan ini.

Untuk mendaftar sebagai perserta BNI Sinponi, caranya cukup mudah yaitu datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan membawa fotocopy KTP dan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri serta menyetor iuran awal minimal sebesar Rp 250.000. Setelah itu setoran minimal Rp 50.000.

Benefit yang didapat selama menjadi peserta BNI Simponi

  • Iuran fleksibel.
  • Tidak kena pajak.
  • Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta.
  • Dana peserta akan dikembangkan.

 

dana pensiun

Yuk, mulai mempersiapkan dana pensiun mulai sekarang!

Saya tidak bisa membayangkan jika saya tidak merencanakan dana pensiun sedari sekarang. Bisa saja saya nanti hidup tak tenang karena dikejar-kejar hutang dan uang tabungan melayang, ludes untuk gali lubang tutup lubang. Di satu sisi, saya prihatin dengan kondisi Pak Engkus, tapi disisi lain, saya berterimakasih karena saya bisa memetik pelajaran dari kehidupan yang dijalaninya, bahwa kita semestinya mempersiapkan masa pensiun dari jauh-jauh hari dan tinggal memetik nikmatnya di masa tua nanti.

Menyenangkan ya kalau sudah tau langkah-langkah mempersiapkan dana pensiun dari sejak muda. Selain itu, bergabung dengan BNI Simponi juga cukup mudah dan menguntungkan. Informasi selengkapnya mengenai BNI Simponi ada di http://bit.ly/BNI_Simponi.

Dan semoga Pak Engkus dan generasinya ikut membaca tulisan ini sehingga nanti akan tetap dapat menikmati masa muda di hari tua.

BNI Simponi Blogging Competition

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak muda” 

Sumber gambar:

http://www.femalegamblers.info/past-issues/july2003.html

http://doeslifestopafter40.blogspot.com/2011/11/sky-is-falling.html

http://www.themalaysiantimes.com.my/walk-towards-a-healthy-life/

Cara Mengobati dan Mencegah TB Resistan Obat


“Na, tampaknya kamu terlihat lebih segar sekarang. Sudah sembuhkah?”

“Alhamdulillah sekarang aku merasa lebih baik Mit.”

“Obatnya tetap kamu minum kan?”

“Gak Mit, aku kan sudah sembuh”

***
Begitulah kira-kira obrolan singkat saya dan Nana (bukan nama sebenarnya) siang itu. Nana dulu adalah teman satu kos saya yang malangnya sekarang dia menderita TB (Tuberkulosis) dan sudah menyerang parunya. Sejak didiagnosis menderita TB, Nana harus menjalani serangkaian pengobatan selama enam bulan.

Nana setiap hari harus meminum obat TB yang telah diresepkan oleh dokter, tak boleh terlewat satu hari pun. Otomatis, setiap pergi kemana-mana, Nana harus membawa serta obatnya. Merasa sudah sembuh dan kerepotan harus membawa obat terus-menerus, Nana pun memutuskan untuk berhenti minum obat. Padahal pengobatannya baru berjalan 3 bulan, separuh masa dari waktu pengobatan keseluruhannya.

Nana hanya satu contoh penderita TB yang tidak disiplin untuk menuntaskan pengobatan penyakit TBnya. Ada sekitar 1.947 penderita lain yang bernasib sama dengan Nana. Karena tidak menyelesaikan pengobatan penyakit TBnya, Nana berpotensi resistan terhadap obat anti TB (TB Resisten Obat). 

Apa sih TB Resisten Obat?

TB Resisten Obat adalah TB yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Jadi kalau sudah kena TB Resisten Obat, si kuman nakal ini tidak bisa lagi dibunuh dengan obat-obatan yang biasanya digunakan dalam pengobatan TB. Wah, berbahaya sekali ya.

Kenapa Kuman TB Bisa Jadi Resisten?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kuman TB menjadi resisten, misalnya:

Pasien

  • Pasien yang tidak teratur dalam mengkonsumsi obat dan yang tidak menyelesaikan pengobatan seperti yang telah diarahkan oleh petugas kesehatan, contohnya Nana, yang hanya meminum obat selama 3 bulan.
  • Pasien yang memiliki riwayat berulang menderita TB Resisten Obat.
  • Pasien yang terlambat didiagnosis menderita TB Resisten Obat.
  • Pasien yang tertular langsung dengan penderita TB Resisten Obat.
  • Pasien yang berada di lokasi dengan beban TB Resisten Obat yang tinggi.
  • Rendahnya pengetahuan pasien mengenai TB Resisten Obat

Petugas Kesehatan. Petugas kesehatan tidak memberikan pengobatan dengan tepat, misalnya: tidak tepat dosis, tidak tepat jangka waktu pengobatan, tidak memberikan panduan pengobatan yang tepat, dan tidak memastikan kualitas obat.

Suplai obat yang tidak lancar.

Lalu bagaimana cara penularan TB Resistan Obat ini? Apakah sama dengan penularan kuman TB pada umumnya?

Yap betul, kuman TB Resistan Obat ini menular dengan cara yang sama dengan kuman TB pada umumnya melalui kontak langsung dengan penderita TB misalkan melalui tetes ludah, dahak, batuk, dan luka di kulit.

Orang yang tertular kuman TB Resistan Obat ini dapat menderita TB dan berpotensi berkembang menjadi sakit TB MDR (Multi Drug Resistant Tuberculosis) karena di dalam tubuh orang tersebut terkandung kuman TB MDR. Nah bahayanya, penderita ini dapat menularkan kuman TB Resistan Obat kepada orang-orang yang ada disekitarnya.

Apakah semua orang beresiko terkena TB Resistan Obat?

Bisakah TB Resistant Obat di sembuhkan

Ilustrasi dibuat sendiri oleh penulis

Iya, semua orang memiliki peluang untuk terkena TB Resistan Obat. Tapi, biasanya, TB Resistan Obat ini lebih cenderung menyerang orang yang:

  • Tidak disiplin karena tidak menelan obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan. Misalnya seharusnya obat dikonsumsi setiap hari, namun pada kenyataannya obat hanya diminum 2 atau 3 hari sekali.
  • Tidak tuntas dalam pengobatan sebelumnya sehingga pasien harus menderita sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
  • Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB Resistan obat yang tinggi misalnya dari daerah Indonesia bagian timur seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. 
  • Melakukan kontak erat dengan seseorang yang sakit TB Resistan Obat.

Seandainya Nana menuntaskan pengobatan sakit TBnya, maka urusan tidak akan menjadi semakin runyam. Bayangkan, Nana berpotensi menderita TB resistan obat dan Nana harus mengulangi pengobatannya dari awal. Bukankah ini hal yang merepotkan karena menyita waktu dan juga biaya yang tidak sedikit.

Nasi sudah menjadi bubur. Bubur jangan dibuang, tambahkan kecap, bawang merah, kacang, dan kerupuk supaya enak. Nana sudah terlanjur memutuskan untuk berhenti meminum obat TBnya. Namun, bukan berarti Nana tidak bisa sembuh. Penderita TB Resistan Obat tidak perlu takut, karena ini bisa disembuhkan. Nana bisa sembuh dan kembali tersenyum. Dekati pasien-pasien seperti Nana dan ajak kembali untuk berobat.

Hmmm… memang bagaimana caranya mengobati pasien TB Resistan Obat?

Sehat mahal harganya. Menjadi sehat adalah impian. Nikmat sehat baru terasa bahagia apabila kita telah sakit. Mengobati pasien TB Resistan Obat memerlukan waktu yang lebih lama (18-24 bulan), biaya yang lebih mahal (100 kali lipat), pengobatan yang lebih sulit, obat yang lebih banyak, dan efek samping yang lebih berat.

Untuk mengobati pasien penderita TB Resistan Obat, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Uji laboratorium yang dimaksudkan untuk menganalisis apakah pasien positif mengidap TB Resistan Obat.
  2. Jika hasil laboratorium menunjukkan hasil yang positif maka pasien harus mendatangi petugas kesehatan untuk mengkonsultasikan kondisinya sehingga petugas kesehatan dapat melakukan pengobatan yang sesuai dengan standard. Pasien seharusnya mendapatkan obat yang tepat dosis, tepat jangka waktu pengobatan, panduan pengobatan yang tepat, dan kualitas obat yang baik.
  3. Disiplin menelan obat TB yang telah diresepkan petugas kesehatan secara teratur. Jika obat harus diminum setiap hari, maka pasien wajib mengkonsumsinya setiap hari dan tidak boleh bolong-bolong, misalnya sehari minum sehari tidak.
  4. Tuntas dalam pengobatan sehingga pasien dinyatakan benar-benar terbebas dari kuman TB. Jika petugas kesehatan meresepkan obat yang harus dituntaskan selama 24 bulan, maka turutilah petunjuk dokter dengan cara mengkonsumsi obat selama 24 bulan secara terus menerus.
  5. Melakukan uji laboratorium lagi untuk memastikan bahwa pasien telah sembuh dari TB Resistan Obat. Pengobatan baru bisa dihentikan jika hasil tes laboratorium telah menunjukkan bahwa pasien telah sembuh total dari penyakit TB Resistan Obat.

Dukungan KELUARGA adalah obat terbaik.

Dukungan Keluarga

Keluarga adalah tempat kita kembali

Secara emosional, energi, dan biaya, pengobatan pasien penderita TB Resistan Obat ini sangatlah besar. Pasien setiap hari harus mengkonsumsi obat, tidak boleh terlewat satupun. Kemana-mana pasien harus membawa obat. Jika takut tertinggal, pasien dapat menyimpan obatnya di tas kerja, laci kantor, dashboard mobil, atau tempat strategis lain yang biasa didatangi pasien, just in case pasien lupa membawa obatnya. Secara psikologis, ini sangat menguras emosi pasien. Belum lagi jika pasien malu karena terdiagnosis TB Resistan Obat. Jika ditambah dengan beban pikiran karena biaya pengobatan yang sangat besar (100 kali lipat), ini akan semakin menambah beban emosi pasien.

Jika hal tersebut di atas tidak termanage dengan baik, bisa jadi pasien penderita TB Resistan Obat ini menghentikan pengobatannya di tengah jalan. Sayang sekali. Hal ini tidak boleh terjadi. Oleh karena itu, pasien membutuhkan dukungan keluarga misalnya anak, istri/suami, dan orang tua, sehingga pengobatannya dapat dilakukan secara tuntas. Peran keluarga disini misalnya:

  • Menyiapkan obat yang harus diminum setiap hari beserta makanan dan minuman pendampingnya. Sepertinya ini perhatian yang sederhana namun memberikan pengaruh luar biasa bagi kejiwaan pasien penderita TB Resistan Obat.
  • Mengingatkan agar tidak lupa meminum obat. Jika pasien penderita TB Resistan Obat harus bepergian keluar kota karena suatu urusan, maka keluarga dapat menyiapkan perbekalan obatnya.
  • Memberikan dukungan, keyakinan, dan menyemangati bahwa pasien penderita TB Resistan Obat dapat disembuhkan.
  • Membantu mencarikan dana tambahan apabila pasien penderita TB Resistan Obat kekurangan biaya dalam pengobatan.

Selain dukungan keluarga, pasien penderita TB Resistan Obat juga memerlukan dukungan dari teman, rekan kerja, tetangga, dan pihak terkait lain serta pendampingan dari petugas kesehatan. Apabila semua prosedur pengobatan telah dilakukan dengan baik dan benar, dukungan keluarga dan petugas kesehatan sudah maksimal, serta doa yang terus dilantunkan, maka tidak ada yang tidak mungkin, pasien penderita TB Resistan Obat pun bisa sembuh. Jika pasien penderita TB Resistan Obat pada akhirnya sembuh, semua orang akan merasa bahagia, tak terkecuali keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Bisakah TB Resistan Obat di cegah?

Mencegah TB Resistan Obat

Ilustrasi dibuat sendiri oleh penulis

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka sebelum kita positif terkena TB Resistan Obat kita dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah penyebaran TB Resistan Obat, yaitu:

  1. Diagnosis dini di setiap terduga TB Resistan Obat.
  2. Pasien TB harus menuntaskan pengobatannya sehingga mengurangi kemungkinan TB Resistan Obat
  3. Pasien TB dan TB Resistan Obat memakai masker, tidak meludah sembarangan, menutup mulut apabila batuk untuk mengurangi penyebaran kuman TB.
  4. Melancarkan ketersediaan obat TB.
  5. Memaksimalkan peran keluarga dan lingkungan agar senantiasa hidup bersih dan sehat
  6. Melakukan sosialisasi agar pengetahuan masyarakat mengenai TB Resistan Obat bertambah baik oleh pemerintah, swasta, masyarakat umum, sekolah, maupun melalui kampanye tulisan oleh para blogger.

Satu batang lidi tidak akan bisa digunakan untuk menyapu, tapi 100 batang lidi yang dikumpulkan jadi satu dan diikat erat dapat digunakan untuk membersihkan sampah dedaunan sehingga halaman menjadi lebih bersih.

Seperti itulah kita seharusnya dalam mengobati dan mencegah TB Resistan Obat. Bergandengan tangan dan bergerak bersama-sama untuk menemukan dan menyembuhkan pasien TB. Semoga kasus seperti Nana yang drop out dari pengobatan TB tidak akan kita temukan lagi di masa mendatang.

sumber tulisan: http://www.tbindonesia.or.id/tb-mdr/