Melejitkan Bisnis dengan Internet nan Legit


Hampir 10.ooo bayi lahir tiap hari

Bayi yang baru lahir

Bayi yang baru lahir

Kehadiran seorang bayi didalam sebuah keluarga adalah sebuah anugerah yang tak terkira. Kedatangannya pasti ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Diperkirakan ada 9.720 bayi lahir ke dunia setiap harinya (Harian Analisa, 2012). Wow, hampir 10rb bayi lahir per hari. Di satu sisi, ini merupakan ancaman ledakan penduduk di dunia dan bagi negara Indonesia tapi disisi lain hal ini berarti ada 9.720 pasang orang-tua yang membutuhkan nama bayi untuk diberikan kepada anaknya sebagai hadiah pertama nan istimewa.

Memberikan nama untuk bayi adalah sebuah hal yang gampang-gampang susah. Tidak jarang para orang tua dibuat bingung dan bimbang dalam menentukan siapa nama bayinya. Sebuah potensi besar ada dihadapan bahwasanya hal ini bisa membawa pada sebuah bisnis dimana saya dapat membantu para orang tua tersebut dalam membuatkan nama untuk bayinya. Katakanlah, jika setiap hari ada 1% saja (97 orang) dari orang tua yang menghubungi saya untuk dibuatkan nama bayi, pasti usaha di bidang pembuatan nama bayi ini bisa lebih berkembang.

Bisnis yang tertatih-tatih

Berawal dari peluang tersebut, tahun 2010 saya memulai sebuah usaha jasa di bidang pembuatan nama bayi. Bayangan saya, bisnis ini dapat dengan mudah dijalankan. Tapi ternyata tidak seindah yang saya bayangkan. Awalnya baru ada satu-dua orang saja yang memesan nama bayi. Itupun karena mereka saudara, teman kantor, atau temannya teman yang rata-rata mendengar info usaha saya dari mulut ke mulut. Pendapatan masih ala kadarnya. Pemasaran masih manual dan sepi pelanggan. Wah bisa-bisa tidak maju nih usahanya kalau begini terus caranya dan tidak ada pendapatan. Sementara saya membutuhkan pemasukan untuk membantu suami mencari nafkah.

Oke, memang bukan kewajiban saya mencari nafkah, tapi kalau istri bisa memiliki pendapatan sendiri bukankah rasanya lebih gurih. Bisa belanja beli baju atau tas sesuka hati tanpa perlu dicemberutin sama suami. Haha. Bisa nyelipin uang kapan saja dan dimana saja sewaktu-waktu dibutuhkan kan jadi bisa digunakan. Iya gak?

Pelanggan saya segitu-gitu aja. Gak nambah-nambah. Aduuh, gimana ya caranya biar naikin jumlah pelanggan biar bisa berimbas ke omset bisnis? Saya ingin bisnis ini bertambah besar dan saya mau bekerja dari rumah sehingga tidak banyak meninggalkan keluarga. Saya juga mau berbisnis yang unik, kreatif dan berdasar pada kemampuan knowledge.

GO ONLINE!

Kalau saya masih main yang manual dan pakai cara lama, maka usaha saya pasti akan jalan ditempat. Bisa bisa malah mundur tersalip oleh usaha lain. Orang lain sudah kemana, saya masih dimana. Mau gak mau, saya harus main digital strategy biar keuntungan maksimal dengan biaya minimal. Saya harus berstrategi biar bisnis yang baru dimulai ini bisa makin joss dan eksis. Gimana ya caranya?

Hasil putar otak dan diskusi dengan beberapa teman yang juga punya usaha, hampir semua dari mereka menyarankan saya bahwa saya harus mulai penetrasi pasar dengan memanfaatkan dunia yang semakin borderless. Internet jawabnya!

Continue reading

Bye Bye Diapers


“Akmal, sekarang kita mau ke luar, Ayah dan Ibu ada perlu. Akmal boleh ikut tapi kalau mau pipis atau *ek bilang ya nanti”

Kalimat tersebut selalu saya ulang-ulang jika kami hendak keluar rumah. Saya memang selalu berusaha membiasakan Akmal (sekarang 22 bulan) untuk tidak mengenakan popok/diapers jika diluar rumah. Kalau di rumah saja, memang sudah tidak pakai diapers lagi sejak umurnya 10 bulan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa menikmati bepergian tanpa harus khawatir dia mau buang hajat di tengah jalan. Kemudahan ini bisa mulai saya rasakan ketika Akmal berusia 1.5 tahun saat ia mulai bisa di ajak komunikasi dua arah.

Bisa pergi-pergi dengan membawa anak yang sudah bebas dari diapers itu sesuatu sekali. Salah satu kebahagiaan Ibu muda yang gak perlu lagi mengalokasikan pos dana belanja untuk beli diapers. Yeay! Uangnya bisa dipakai untuk yang lain. Tapi kadang saya ya masih was-was jika keluar rumah lebih dari 4 jam. Anak ini nanti bakalan ngompol gak ya, *ek gak ya.

Empat bulan lalu, saya mudik ke Purworejo, Jawa Tengah. Perjalanan dengan kereta api memerlukan waktu kurang lebih 8 jam dari Bandung. “Udah pakaiin aja lagi diapers-nya daripada kamu nanti repot, apalagi nanti cuma berdua sama Akmal” Kata Suami. Iya, akhirnya saya bekali Akmal dengan diapers, satu dipakai dan satu lagi untuk cadangan. Kebetulan saya harus pergi sendiri (berdua dengan Akmal) karena suami harus dinas ke luar kota.

Akmal Main-Main dalam Kereta

Akmal Main-Main dalam Kereta

Continue reading

Masjid Agung An Nur, “Taj Mahal”-nya Provinsi Riau


Tak perlu jauh-jauh melancong ke India, jika kita hendak menikmati indahnya Taj Mahal.

Tak usah keluar banyak uang, cukup beberapa lembar saja

Yap.. Yap.. karena Taj Mahal kini dekat dengan kita, Provinsi Riau yang punya

Burung besi berwarna putih merah menerbangkan saya dari Jakarta ke Pekanbaru di salah satu pagi di tahun 2012, mengantarkan saya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menjadi bagian dari tugas akhir studi saya. Tiba di bandara Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, saya kembali membuka catatan kecil saya, memastikan tujuan saya hari itu akan kemana saja. Universitas Riau menjadi tujuan pertama saya diikuti dengan beberapa kunjungan ke kediaman orang tua mahasiswa yang kuliah di universitas dengan lambang lancang kuning tersebut.

Kegiatan pengambilan data di Universitas Riau dan di kediaman orang tua mahasiswa UNRI berjalan dengan lancar. Alhamdulillah. Selesai dengan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Dua hari beres. Yeay! Pesawat yang akan membawa saya kembali ke Jakarta baru akan terbang sore harinya. Sementara siang itu, saya sudah menyelesaikan tugas saya. Kemana ya saya akan menghabiskan waktu selamat 5 jam ini?

Saya pun membuka smartphone saya, sembari mencari-cari informasi tempat menarik di seputaran Pekanbaru. Dalam pikiran saya, mungkin saya akan menemukan tempat wisata atau tempat belanja oleh-oleh khas Riau yang bisa saya datangi. Belum selesai Om Google menunjukkan lokasi yang saya inginkan, terdengar sayup-sayup suara merdu di kejauhan. Subhanallah… rupanya suara adzan dhuzur memanggil dengan indahnya.

Tanpa pikir panjang, saya meminta bantuan supir yang mengendarai mobil sewaan saya untuk langsung menuju masjid tersebut. Rupanya saya sedang tidak jauh dari masjid kebanggaan warga Riau, Masjid Agung An Nur.

Begitu memasuki halaman utama masjid saya langsung terkesima dan Allahu Akbar, masjid ini besar sekali dilengkapi dengan lahan parkir yang begitu luas. Kubah besarnya berwarna biru kehijauan nampak harmonis dengan menara yang kecil nan menjulang. Taman-taman yang tertata rapi dan bersih menghaluskan bangunan masjid yang kokoh dan kuat berdiri. Continue reading

6 Kabar Terbaru dari Saya


Sudah berapa lama ya saya gak posting tulisan di blog ini, hmm.. sebentar saya cek dulu. Postingan terakhir ternyata tanggal 11 September 2014 (Mengenal Penyakit Kaki Gajah, Seorang Bayi Bercerita) yang berarti 1.5 bulan yang lalu. Postingan itu pun hanya memindahkan tulisan saya dari stok tulisan untuk lomba (yang gagal menang) dan akhirnya ditampilkan di blog. Sayang dari pada menganggur tersimpan di laptop. Postingan yang benar-benar baru tertanggal Mei 21, 2014, Mempersiapkan Dana Pensiun dengan Cara yang Menyenangkan dari Sekarang. Sampai Oktober 2014 ini, berarti sudah sekitar 5 bulan blog ini dianggurkan. Aktivitas saya di blog ini hanya sekedar menjawab komentar yang pengunjung tinggalkan.

Lima bulan terakhir, saya disibukkan dengan jadwal terjemahan (Alhamdulillah) yang cukup padat dan beberapa order nama bayi dan perusahaan yang membuat saya tidak banyak berkutik dengan blog. So, apa yang baru dalam lima bulan terakhir ini?

????

Continue reading

MENGENAL PENYAKIT KAKI GAJAH, SEORANG BAYI BERCERITA


MENGENAL PENYAKIT KAKI GAJAH, SEORANG BAYI BERCERITA

Salam.

Perkenalkan, nama aku Akmal. Umurku sekarang 13 bulan. Aku baru belajar bicara dan aku sudah bisa jalan loh. Ibu selalu mengikuti aku kemana-mana karena Ibu menjaga aku kapanpun dan dimanapun. Bahkan Ibu bisa mengerti keinginan aku walaupun aku belum bisa bicara.

Uhmm.. aku mau cerita. Beberapa bulan yang lalu, aku diajak Ibu ke Posyandu didekat rumah. Ibu setiap bulan mengajak aku ke Posyandu untuk menimbang berat badan, mengukur tinggi, dan memeriksakan kondisi kesehatan aku.

Ternyata hari itu ada pengobatan gratis untuk menanggulangi penyakit fi-la-ri-a-sis. Adduuh… susah sekali ya ngomongnya. Ada gak ya nama yang lebih gampang sehingga kami para bayi bisa menyebutnya dengan mudah. Dari obrolan para tamu di posyandu, aku jadi tau kalau penyakit ini juga biasa disebut dengan nama Kaki Gajah.

kaki gajah

Hihihi, namanya aneh ya. Kok seperti nama hewan yang tinggi dan besar yang aku lihat di Kebun Binatang Bandung. Ibu cerita, kalau orang yang terkena penyakit ini, kakinya akan membengkak dan besar seperti Kaki Gajah. Oh begitu rupanya.

Continue reading

KETIKA HARUS BERJILBAB DI AMERIKA


KETIKA HARUS BERJILBAB DI AMERIKA

Amerika Serikat adalah negara multikultur dimana masyarakatnya beragam dari segala macam suku, negara, agama, dan warna kulit. Selain itu, masyarakat Amerika adalah masyarakat yang merdeka dan bebas dalam melakukan kegiatan di segala bidang. Apapun bisa dilakukan dinegara yang beribukota di Washington DC ini baik yang bersifat positif maupun negatif selama tidak ada paksaan.

Berkunjung ke negara adidaya semacam Amerika Serikat adalah pengalaman luar biasa bagi saya. Apalagi ini adalah kunjungan pertama. Tahun 2007 saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah shortcourse di University of California at Davis selama tiga bulan.

Di keluarga saya, tidak ada yang punya pengalaman pergi ke luar negeri sama sekali sehingga mau tak mau saya pergi ke negeri yang memiki 50 negara bagian itu dengan modal nekad. Sempat khawatir juga sih dengar cerita-cerita mengenai perilaku warga AS terhadap umat muslim. Apalagi pasca kejadian 11 September yang menelan ribuan warga Amerika sehingga Amerika semakin waspada terhadap kedatangan umat muslim ke negaranya.

Maka dengan modal nekad dan setelah melewati penerbangan selama 20 jam saya tiba di Bandara Internasional San Fransisco. Saya sudah deg-degan bakal di cecar di bagian imigrasi, terlebih karena saya memutuskan untuk tetap berjilbab sementara teman-teman yang lain justru melepaskan jilbabnya demi untuk lolos masuk ke negeri yang memiliki empat musim ini. Ternyata kekhawatiran saya tidak menjadi kenyataan. Imigrasi Amerika sudah menyediakan karyawan perempuan yang memang khusus ditugaskan untuk memeriksa perempuan. Saya diperiksa dari ujung kaki sampai ujung rambut. Petugas perempuan itu menepuk-nepuk tubuh saya dan memastikan bahwa tidak ada barang terlarang yang saya bawa masuk ke Amerika. Sepatupun harus dilepas karena bisa saja jika saya iseng saya bisa memasukkan sesuatu ke dalamnya.

Dari Bandara Internasional San Fransisco saya langsung menuju ke Davis, kota di sebelah timur laut San Fransisco berjarak kurang lebih 140 km. Saya di jemput oleh seorang muslimah juga yang berwarganegaraan Pakistan. Dia tidak berjilbab seperti kebanyakan muslimah di negaranya.

Continue reading

DIJUAL: Mesin Jahit Mini Portable


Dibuka po kloter 1.. Yuk yg mau order mesin jahit mini portable.. lumayan buat jahit jahit dirumah.. bisa diangkat angkat kemana mana.. gak berat loh.. kurang dr 1kg kok.. Pakai 2 benang atas bawah, sumber energi bisa batre bisa listrik.. 200k aja.. mumpung masih belum naik ya harganya. yg mau langsung bbm/wa/line ya
Kirim dr Bandung ya

View on Path