Menjadi Sosok Pemimpin Perempuan yang Efektif


Efektif berarti tepat sasaran. Menjadi efektif berarti mampu melakukan sesuatu dengan tepat. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu membawa organisasinya untuk melakukan aktivitasnya dalam mencapai tujuan dengan tepat sasaran. Pemimpin yang efektif menggunakan metode yang lebih maju. Mereka lebih banyak mengandalkan inspirasi  (bukan tekanan atau bonus). Mereka memberi inspirasi kepada orang untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya. Mereka menginspirasi secara tulus, ikhlas, dan secara kekeluargaan. Para pemimpin seperti inilah sebenarnya yang mempunyai pengikut.

woman leader

Untuk menjadi seorang pemimpin dalam menjalankan bisnisnya, terutama untuk menjadi pemimpin perempuan yang efektif, berikut adalah beberapa hal yang saya pernah saya pelajari baik melalui pembelajaran dalam kuliah maupun dari pengalaman pribadi adalah:

  1. Jika kita menjadi pemimpin sebuah perusahaan dan serius dalam menjalankan bisnis kita, pilih partner/rekan kerja yang cocok dan bertanggung jawab. Pemilihan rekan kerja yang tepat akan mempengaruhi keberlangsungan perusahaan. Jika kita salah memilih rekan kerja, bisa saja perusahaan tidak akan bertahan lama. Sebaiknya rekan kerja adalah seseorang yang bervisi sama. Apapun masalahnya, jika rekan kerja memiliki visi yang sama, maka masalah dapat diatasi dengan baik.
  2. Jangan pernah membagi saham perusahaan dengan perbandingan 50:50 dengan rekan kerja kita. Karena jika kita menggunakan prinsip ini, maka kedua pihak akan memiliki rasa kepemilikan perusahaan yang sama dan akan ada kecenderungan untuk berebut dan bertengkar mengenai siapa yang akan mengambil keputusan. Sebaiknya perbandingan kepemilikan saham minimal 51:49.
  3. Tidak membedakan orang, gender, agama dalam perekrutan karyawan. Mereka memiliki hak yang sama untuk dipilih. Hal yang membedakan adalah kemampuan dan kompetisi masing-masing sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  4. Tepat waktu. Salah satu masalah berat yang dihadapi oleh orang Indonesia adalah kemampuanya untuk menghargai waktu terutama untuk tepat waktu. Berdasarkan pengalaman kerja, saya belajar bahwa tepat waktu itu sangat penting baik ketika mulai bekerja maupun mengakhir kerja. Jika waktunya istirahat, maka kita wajib untuk beristirahat karena itu adalah hak tubuh kita. Jika selesai beristirahat maka badan akan kembali segar dan prima untuk bekerja lagi.
  5. Menganggap karyawan seperti makhluk hidup. Terkadang, ada pimpinan yang tidak mengenal siapa saja karyawannya. Bahkan mereka tidak mengenal karyawannya secara pribadi. Namun pemimpin tersebut mengajarkan kepada saya untuk bersikap rendah diri/humble terhadap siapa pun termasuk karyawannya sehingga para karyawan merasa dianggap kemudian mereka akan merasa senang dan ikhlas dalam bekerja.
  6. Jika memungkinkan, gunakan dana sendiri untuk berbisnis. Jika kita ingin menjalankan bisnis, sebaiknya sumber dana/capital perusahaan berasal dari dana sendiri/pribadi. Karena jika ada masalah maka lebih mudah penyelesaiannya. Apalagi jika sedang ada masalah terkait dengan krisis dan bail out di Amerika yang pernah melanda dunia. Hal ini menyebabkan perusahaan bangkrut dan merugi. Namun karena perusahaan tersebut menggunakan dananya sendiri untuk berbisnis, maka ia tidak terlalu merugi dan bisnisnya masih tetap berjalan sementara nurseri lain bangkrut. Namun kebangkrutan nurseri lain membuat usaha ini sedikit menguntungkan karena berkurangnya pesaing.
  7. Saling percaya. Untuk membangun bisnis yang sukses, sang pemimpin perempuan sering mencontohkan  bahwa sebaiknya kita mempercayai vice president, para manajer, maupun karyawan kita karena masing-masing sudah memiliki peran dan tanggung jawab yang sudah dibebankan. Apabila ada kesalahan atau ketidaksesuaian dengan visi yang sudah ditetapkan, maka kewajiban pemimpin untuk mengingatkan para bawahan/karyawannya.
  8. Greetings. Kata sambutan di pagi hari maupun sore hari sangat berpengaruh kepada motivasi kerja karyawan. Jika kita mampu memberikan sambutan disertai dengan senyuman tulus kepada karyawan, maka sambutan tersebut dapat membuat senang para karyawan. Implikasinya, motivasi kerja karyawan pun meningkat.

Sesungguhnya untuk menjadi pemimpin perempuan yang efektif, kemitraan dengan para laki-laki pun tetap diperlukan. Tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan, pemberdayaan memang diperlukan untuk membentuk kualitas organisasi, keluarga dan masyarakat yang optimal. Seperti yang pernah di sampaikan oleh Handry Santiago, Zeffri Alamsyah dan Danny Kristian Rusli dalam sebuah sesi perkuliahan di MB IPB bahwa sebagai pemimpin perusahaan pun tetap membutuhkan peran karyawan, mitra, pemerintah, dukungan keluarga dan rekan dalam menjalankan bisnis.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s