Liburan Menyenangkan Bersama Pasangan di Jepang


Sekali-kalinya menginjakkan kaki di Jepang cuma di Bandar Udara Internasional Narita di Tokyo. Itupun cuma 3 jam. Waktu transit yang cuma sebentar tidak memungkinkan aku keluar dari bandara. Jadi selama 3 jam itu, aku cuma mondar-mandir di dalam bandara. Aku pergi ke bagian pemeriksaan, pindah gate, dan belanja mata lihat-lihat barang yang di pajang di toko-toko di bandara.

Waktu itu bulan Mei tahun 2008. Pesawat yang membawaku menuju Ohio, USA berhenti di Tokyo. Yap aku harus ganti pesawat di Tokyo dan melanjutkan perjalananku ke negeri Paman Sam.

Kesanku ketika menginjakkan kaki pertama kali di Jepang adalah orang Jepang ternyata mungil-mungil ya. Gak beda jauh dengan kebanyakan orang Indonesia. Ya iyalah, kan masih sama-sama orang Asia yang postur badannya gak segede orang Amerika. Walaupun begitu, mereka ramah dan sopan loh.

Suhu di Jepang juga gak terlalu panas. Wajar aja, soalnya aku ke sana pas bulan Mei. Sudah mulai masuk musim semi. Suhu rata-ratanya 19-23 derajat Celcius di Tokyo. Ya hampir sama dengan kondisi di Bandung tempat aku tinggal sekarang.

Kalau musim dingin di Jepang kayak gimana ya rasanya? Aku sering bertanya-tanya dalam hati. Continue reading

Jatuh Cinta Pada Buah Lokal Sejak Kecapan Pertama


Kawan, perkenalkan. Namaku Akmal. Sekarang umurku 25 bulan. Aku adalah anak pertama dari Ayah Ibuku. Kali ini aku mau berbagi cerita dengan kawan semua mengenai makanan kesukaanku. Apa itu? Nanti aku kasih tau ya.

19 Juli 2013 adalah hari yang sangat berharga bagiku. Ini adalah hari pertama dimana aku mulai bisa mengkonsumsi makanan dan minuman selain ASI karena umurku sudah 6 bulan. Ibuku hari ini mulai memperkenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) kepadaku. Wah aku sangat penasaran sekali dengan bagaimana rasa makanan dan minuman yang ada di luar sana. Selama ini, aku cuma bisa menonton orang lain mengecap makanan dan minuman yang nampaknya sangat lezat. Ibu belum memberikanku kesempatan untuk mencoba makanan dan minuman selain ASI sampai umurku cukup 6 bulan. Kata Ibu, 6 bulan pertama adalah masa ASI ekslusif, jadi hanya ASI yang boleh masuk ke tubuhku.

Taukah kau kawan, makanan pertama apa yang pertama kali masuk ke tubuhku? Continue reading

Menyapih Anak dengan Cinta, Impian di Tahun 2015


Tubuhnya membiru. Nafasnya tidak teratur. Tidak ada satu jam setelah lahir, dia langsung di bawa ke rumah sakit (RS). Belum sempat aku menciuminya, suamiku sudah terlanjur mengendongnya untuk segera di bawa ke rumah sakit. Anakku, Akmal, harus segera dirujuk ke rumah sakit karena ada gangguan pernapasan.

Proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang aku idam-idamkan selama ini ternyata cuma bisa dilakukan tak lebih dari 15 menit. Sedih banget, soalnya kan aku menginginkan paling tidak bisa IMD selama 1 jam. Kenyataannya cuma 10 menitan.  Padahal menurut artikel-artikel yang aku baca, IMD bermanfaat untuk merangsang keluarnya Air Susu Ibu (ASI) sehingga bayi kelak bisa lebih berhasil menyusu secara ekslusif. Continue reading

Pembayaran Honor Tulisan Rubrik Buah Hati, Republika


Masih ingat cerita saya mengenai Pengalaman Pertama Muncul di Rubrik Buah Hati, Koran Republika? Saya post tulisan tersebut kurang lebih 1.5 bulan yang lalu. Yap, ditulisan tersebut saya membahas mengenai cara Akmal (sekarang 2 tahun) yang sudah gak pakai popok lagi baik itu popok sekali pakai maupun popok kain/cloth diapers. Tulisan tersebut dimuat di Rubrik Buah Hati, Koran Republika Selasa 16 Desember 2014 lalu. Continue reading

OOTD: Santai


Kalau lagi acara santai, saya lebih suka memakaikan kaos ke Akmal biar lebih nyaman dan leluasa dalam bergerak. Apalagi Akmal anaknya aktif sekali, nyaris tidak mau diam. Lari ke sana ke mari, jungkir balik, sampai bikin orang tuanya ngos-ngosan karena harus ikut ngejar sana sini.

Seperti Sabtu kemarin, kami mengajak Akmal silaturahmi ke rumah temannya suami. Kami ke sana untuk menengok adik bayi (Al Fatih Bimantara) yang baru lahir seminggu yang lalu. Benar saja, selama di sana, Akmal gak mau diam. Sibuk main mobil-mobilan, makan ini itu, lihat kereta yang melintas, dan di ajak main PS sama kakak sang bayi (Bimasakti). Continue reading

Melek Gizi untuk Menghindari Bayi dengan BBLR


Aminah, demikian namanya. Saya mengenalnya beberapa bulan yang lalu saat kami sama-sama melahirkan anak kami. Saya akan melahirkan anak pertama sedangkan Mbak Aminah melahirkan anak ketiganya. Klinik Bidan Desa “Siti” menjadi saksi bisu perkenalan kami. Sambil menunggu pembukaan lengkap, saya mengisi waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Saya memanggilnya Mbak Aminah, karena memang dia beberapa tahun lebih tua dari saya.

Tingginya kurang lebih 155 cm dengan berat badan saya taksir sekitar 48-50 kg. Menurut saya, Mbak Aminah masih terlalu ramping untuk seorang ibu hamil dengan umur kandungan 9 bulan. Matanya sayu dengan lingkar hitam dan kantung mata mengantung. Beberapa keriput mulai tampak di wajahnya, padahal usianya baru 30 tahun. Nampak lebih tua dari umur yang seharusnya. Kulit wajahnya juga menampakkan beberapa titik hitam, yang saya duga adalah dampak lanjut dari paparan sinar matahari. Dari hasil perbincangan kami, Mbak Aminah adalah seorang istri buruh petani cabai di dekat komplek perumahan tempat saya tinggal. Setiap hari Mbak Aminah membantu suaminya berkebun cabai di sepetak tanah yang mereka sewa. Ketika hamil pun, Mbak Aminah masih setia membantu suaminya bertani cabai.

Continue reading

(Pernah) Frustasi


Jika kamu berpikir aku baik-baik saja selama 3 tahun terakhir ini, bisa jadi kamu salah.

Kesehatan fisikku memang tidak ada masalah. Aku tampak sehat dan bugar dari luar. Aku masih bisa beraktivitas dengan lancar dan lincah setiap harinya. Alhamdulillah Allah sudah menganugerahkan kesehatan yang luar biasa kepadaku belakangan ini.

Tapi taukah kamu bahwa aku menyimpan nestapa yang selama ini aku sembunyikan. Selama ini aku tidak berani menceritakannya kepada publik, hanya teman-teman dan kerabat dekat saja yang mengetahuinya. Maka hari ini aku beranikan menceritakannya kepada teman-teman berharap bahwa aku bisa menjadi lebih legowo dan ikhlas menjalani kehidupanku sekarang dan di masa yang akan datang. Continue reading